Saturday, October 25, 2014

hikam bab 1

“Di antara tanda kebergantungan pada amal, adalah menyusutnya harapan ketika terjadi kesalahluputan”
Adakah bergantung pada amal dianggap terpuji atau tercela?
Jawabannya: tercela. Itulah sebabnya kita dilarang bergantung pada amal baik apapun yg telah kita lakukan. Jadi dlm upaya meraih ridha Allah n balasan yg dijanjikan-Nya, jgn sampai Anda bergantung pd amal yg Anda lakukan Sebaik n sebanyak apapun amal Anda, salat, puasa, haji, sedekah, dll, jgn sampai Anda bergantung pd semua itu.
-Tapi bergantunglah pada lembutnya pengaturan Allah, anugerah dan kemurahan-Nya.
-Adakah dalil landasan bagi pernyataan ini? Ya, ada. Yaitu hadis riwayat Imam al-Bukhari, sbb:
>> “Tak seorangpun yg amalnya memasukkan ia ke dlm surga.” Sahabat bertanya: “Tdk juga Anda, ya Rasul?” Nabi menjawab: “Tidak juga aku. Namun Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku”. (HR. Al-Bukhari)
So, amal bkn nilai yg hrs dibayar utk bisa masuk surga. Krn kita beramal, maka otomatis kita berhak msk surga. Tidak
Jika amal Nabi tak jamin beliau msk surga, apalagi amal kita? (Nabi pasti msk surga krn rahmat Allah, bknkrn amal beliau)
>>lalu apa n bgmn sikap kita dlm kaitannya dgn amal2 yg kita lakukan?Apa diam saja atau bagaimana? Sikap kita adalah melakukan amal2 itu dgn ikhlas karena Allah, sekaligus berharap balasan tersebab kemurahan n anugerah-Nya.
Kita mesti yakin jika balasan itu bukan sbg upah atas amal yg tlh kita tunaikan, tapi semata kemurahan n anugerah-Nya
>>Lalu, akibat buruk apa yg akan terjadi jika kita menaruh harapan akan dpt balasan dari amal yg kita lakukan?
Ibnu Atha’illah mengatakan: akibatnya adalah, Anda akan kehilangan harapan ketika tergelincir pd kesalah-luputan. Artinya jika Anda beramal dan menaruh harapan besar jika amal Anda bisa masukkan Anda ke surga,
> Maka harapan itu akan sirna jika suatu ketika Anda tegelincir pd salah dan dosa
>> Beda halnya jika Anda beramal krn Allah, sekaligus berharap pada Allah. Tdk berharap pada amal. Anda akan terus beramal dan berharap pd Allah, sekalipun suatu waktu Anda tergelincir pd salah dosa.
Itu bedanya antara org yg beramal& bergantung pada amalnya, dgn ong yg beramal & bergantung pd Allah Demikianlah. Hikmah pertama ini telah mengajari kita akan syariat dan hakikat sekaligus.
Sebagai hamba, kita disupport utk terus beribadah dan beramal baik karena Allah. Inilah sisi syariatnya.
Lalu kita diminta bergantung pada Allah, bkn pd amal. Krn hakikat segalasesuatu dari Allah. Inilah sisi hakikatnya.

Sumber: twitter.com @sidogiri

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home