Tuesday, March 13, 2012

Ini adalah ajaran dasar dalam toriqoh qodiriyah/naqsabandiyah.Tujuan saya untuk membantu saudara saudara saya yang berbaiat sebagai salik dgn jalan toriqoh
meski ada kesamaan dengan olah pernafasan yaitu menyalurkan energi tapi energi di sini adalah energi dzikir.Yg tujuan akhirnya agar setiap inti atom dari sel tubuh kita berdzikir menyebut asmaNYA
Para ulama tassawuf menyatakan bahwa diri
manusia itu disusun oleh
latifah-latifah yang
berjumlah sepuluh. Para
ulama membagi lagi
kesepuluh latifah ini menjadi dua kelompok, yang
disebut dengan Alamul
Amri dan Alamul Kholi.
Alamul Amri terdiri dari
lima latoif, yaitu :
Latifatul Qolbi, Latiatul
Ruh, Latifatul Sirri,
Latifatul Khofi, dan
Latifatul Akhfa.
Sedangkan kelompok
kedua yaitu Alamul Kholi
terdiri dari lima latifah,
yaitu : Air, Tanah, Api,
Angin, dan Latifatul Nafsi.
Anasir(jamak dari unsur) yang empat (air, tanah, api, dan angin)
berkumpul bersama
menjadi satu latifah yang
disebut dengan Latifatul
Qolab. Kalau
diakumulasikan, latifah yang ada dalam tubuh
manusia itu berjumlah 7
latifah, yaitu Alamul Amri,
Latifatul Qolab, dan
Latifatul Nafsi. Latifatul Qolbi. Latifah ini
bertempat di sebelah
bawah payudara kiri
yang berjarak kira-kira
dua jari.
Nafsu yang
bersemayam dalam latifah ini berjumlah 7
nafsu yang disebut juga
dengan Nafsu Lawamah,
yaitu:
merusak, mengumpat,
haus akan pujian, tak berperasaan, bohong,
menyepelekan
kewajiban, dan kabitaan
(selalu menginginkan apa
yang orang lain miliki).

Kesimpulannya, latifatul qolbi ini disemayami
nafsu yang negatif dan
destruktif. Apabila Anda
ingin menghancurkan
orang lain yang berbeda
paham dengan Anda, selalu ingin meiliki apa
yang orang lain capai
atau miliki, memfitnah,
selalu ingin dipuji alias
riya, meninggalkan shalat
fardhu, maka ini merupakan indikator
bahwa nafsu lawamah
yang bersemayam dalam
latifatul qolbi sedang
mendominasi diri Anda. Latifatur Ruh. Latifah ini
bertempat di sebelah
bawah payudara kanan
yang berjarak kira-kira
dua jari (tepat
bersampingan dengan latifatul qolbi). Nafsu
yang bersemayan dalam
latifah ini adalah Nafsu
Mulhimah yang berjumlah
7 nafsu, yaitu: Suka
memberi, qona’ah, manis budi (ramah), merendah
(tidak merasa paling
tinggi atau mulia), insyaf,
sabar, dan kuat dalam
menahan penderitaan
atau cobaan. Latifatur Ruh ini bersifat postif.
Apabila Anda selalu
merasa ingin memberi
kepada orang yang
membutuhkan, berarti ini
didorong oleh nafsu mulhimah yang berada di
Latifatur Ruh. Latifatus Sirri. Bertempat
di sebelah atas payudara
kiri. Dalam latifah ini
berisi Nafsu Mumainnah
yang berjumlah 6: Baik
hati kepada sesama makhluk, tawakal, gemar
ibadah, bersyukur, ridho,
dan takut melanggar
aturan. Apabila di negara
kita ini banyak sekali
pelanggar aturan, mulai dari aturan lalu lintas
sampai hukum pidana
maka ini menunjukkan
kalau masyarakat kita
(para pelanggar itu)
tidak menghidupkan nafsu mutmainnah dalam
dirinya. Justru
sebaliknya, yang
bercahaya itu adalah
nafsu lawammah nya. Latifatul Khoffi.
Tempatnya ada di atas
payudara sebelah kanan
yang berjarak kira-kira
dua jari. Yang mengisi
latifah ini adalah Nafsu Mardiyah (Rodhiyah),
yang terdiri dari 7 bala
tentara: Berbudi luhur,
meninggalkan semua
perkara yang bukan
berasal dari Allah, welas asih kepada sesama
makhluk, siap dan selalu
membawa pada
kebaikan, lapang dada
dalam memaafkan salah
dan dosa orang lain, menyayangi dan
mencintai kepada semua
manusia, sangat tahu
terima kasih.
Latifatul Akhfa. Latifah ini
bertempat di tengah-
tengah dada dengan diisi
oleh Nafsu Mardliyyah,
tepatnya kesempurnaan
dan memiliki 3 shohib, yaitu: Ilmu yaqin .
Kedudukannya fana lil-
af’al, dan pandangannya
laa ma’buda illallah. Yang
kedua adalah ‘Ainul Yaqin (nyata tahunya).
Kedudukannya fana fis-
sifat, pandangannya laa
maqsuda ilallah. Yang
terakhir adalah Haqqul
Yaqin (sangat tahunya). Pangkatnya fana fidz-
dzat, pandangannya laa
maujuda ilallah. Latifatun Nafsyi.
Bertempat di antara dua
alis. Latifah ini adalah tempat Nafsu Amarah yang
terdiri dari 7 hal :
Kikir atau pelit, hasud, bodoh, sombong atau
merasa paling benar dan
paling mulia, serakah,
syahwat, dan rasa marah.
Sama halnya dengan
nafsu lawammah, nafsu amarah ini harus kita
redam kalau bisa kita
lumpuhkan dengan
dzikir jahr (keras).
Yang terakhir adalah
Latifatul Qolab. Dalam
latifah ini berisi Nafsu
Kamilah. Nafsu kamilah
tidak mempunyai teman
atau tentara seperti nafsu-nafsu yang lain
karena terdiri dari empat
anasir: Cahayanya air
yaitu putih (inti air);
Cahayanya angin yaitu
kuning (inti angin); Cahayanya api yaitu
merah (inti api); dan
cahayanya tanah yaitu
hitam (inti bumi). Nafsu kamilah ini adalah
nafsu yang telah
sempurna, telah jadi
tabiat yang tetap dalam
hati sampai bisa beranjak
naik ke tingkatan yang lebih sempurna lagi dan
istiqamah dalam ibadah
bersamaan dengan
memberikan jalan serta
dapat menerangi dan
menyempurnakan orang lain yang belum
sempurna. Maqamnya
disebut dengan Tajalli
asma wassiat. Selamanya
tetap tak pernah putus
barang sekejap taarub kepada Allah Swt dan
manusia seperti ini
bergelar Insan Kamil
Mukammil. Semoga kita
dapat menduduki maqam ini
Semua latoif ini yang harus di isi dengan dzikir sehingga barokahnya menjadikan kita dekat di sisiNYA.Yg puncak nya adalah wahdatul wujud atau apapun sebutanya.Seperti keindahan tanpa objek menurut ibnul Arabi atau manunggaling kaulo gusti menurut syeh siti jenar.